oleh

Arief Poyuono: Jokowi Merasa Jadi Jongosnya Rakyat Indonesia, Anak Buahnya Berlagak Jadi Tuan

DEMOKRASI.CO.ID – Presiden Jokowi selalu merasa dirinya adalah jongos rakyat. Sedangkan anak buahnya malah sebaliknya.

Hal itu pula yang membuat Jokowi tak sungkan memarahi para menteri yang dinilai tidak dapat memahami kesulitan rakyat akibat pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, Minggu malam (5/7).

“Kangmas Jokowi itu selalu merasakan dirinya adalah jongosnya rakyat Indonesia,” ujarnya.

Sayangnya, apa yang dirasakan Jokowi itu tak diikuti oleh jajaran para menteri yang jadi anak buahnya.

“Banyak anak buahnya itu malah berlaga seperti tuan kepada rakyat, bukan malah merasakan sebagai jongos rakyat atau pelayan rakyat,” sambungnya.

Dari sekian banyak menteri Jokowi, Arief menilai hanya Mendagri Tito Karnavian yang dapat merasakan penderitaan rakyat di tengah Covid-19.

Baca :  Menteri Tidak Pantas Disalahkan, Sejak Awal Tidak Ada Visi Misi Menteri, Yang Ada Visi Misi Presiden

Hal itu dapat dilihat dari hasil survei yang dilakukan Indonesia Polical Opinion (IPO).

Disebutkan Tito Karnavian dinilai publik sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju yang paling responsif dalam menangani pandemi Covid-19.

Dalam survei itu, Tito Karnavian teratas yang kebijakan penanganan Covid-19 dinilai publik moncer dengan 34,5 persen.

Selanjutnya, Wishnutama (27 persen), Retno Marsudi (24,1 persen), Sri Mulyani (21,4 persen) dan Airlangga Hartarto (19,7 persen).

Lalu Mahfud MD (17,4 persen), Erick Thohir (17,2 persen), Prabowo Subanto (15,7 persen) serta Basuki Hadimuljono (14,4 persen).

Sedangkan Nadiem Makarim dengan 12,7 persen menjadi urutan yang kesepuluh.

Dari survei itu terlihat menteri-menteri di bawah Kementerian Perekonomian banyak yang masuk dalam daftar 10 besar menteri yang punya perasaan atas penderitaan rakyat di tengah pandemi Covid-19.

Baca :  Guntur Soekarnoputra Pertanyakan Kehadiran Meutia Hatta dalam Deklarasi KAMI, Ini Jawabannya

“Coba para menteri yang tidak masuk 10 besar mengaktualisasi diri sebagai jongosnya rakyat maka akan bisa terhindar dari kemarahan Sang Jongos Rakyat agar tidak direshuflle nantinya,” ujar Arief Poyuono.

Dia juga menyarankan agar semua menteri satu credo dan perasaan dalam menghadapi krisis akibat Covid-19 agar ‘tuan-tuan rakyat’ bisa selamat secara ekonomi dari ancaman Covid-19. (rmol/ruh/pojoksatu)

Komentar

News Feed