oleh

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Kritik Klaim Anies ‘Reklamasi Ancol Lindungi Jakarta dari Banjir’

DEMOKRASI.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa reklamasi Ancol dilakukan untuk menyelamatkan warga Jakarta dari ancaman banjir. Pernyataan Anies ini di kritk oleh Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Gilbert menyinggung konsep penanganan banjir versi Anies yakni naturalisasi bukan normalisasi.

Menurut Gilbert, rencana mereklamasi Ancol dari hasil kerukan sungai dan waduk dalam jangka panjang itu bukan merupakan konsep penanganan banjir versi Anies. Gilbert meminta agar Anies memperjelas mana yang benar untuk melindungi Jakarta dari banjir.

“Persoalan melindungi Jakarta dari banjir itu kan dia sendiri mengatakan itu mesti naturalisasi. Air hujan yang dari atas itu katanya jatuh ke tanah, sekarang sungainya mau dikeruk. Yang mana ya… mesti diperjelas gitu loh. Yang mana yang dikatakan untuk melindungi Jakarta,” kata Gilbert kepada wartawan, Sabtu (11/7). Seperti dikutip dari detik.com (12/07/2020).

Baca :  Cerita Zulhas Ditawari Posisi Menteri, Jika Amien Rais Jadi Presiden

Secara tidak langsung, kata Gilbert, konsep naturalisasi sungai salah dalam menangani banjir Jakarta.

“Konsepnya dia kan normalisasi itu nggak benar, itu kan berarti (pengerukan) normalisasi kan, bukan naturalisasi kan? Jadi dibikin normal lagi tuh sungai dikeruk. Sementara konsepnya dia itu kan naturalisasi, jatuh ke tanah kan airnya. Saya juga bingung, itu normalisasi. Artinya Anies mengatakan yang bener normalisasi bukan naturalisasi,” ucap Gilbert.

Menurut Gilbert, alasan Anies memilih konsep naturalisasi sungai karena ketinggian air laut lebih tinggi dibanding kondisi sungai di Jakarta. Maka dari itu, Anies menilai normalisasi sungai itu salah karena air tak mengalir ke laut. Oleh sebab itu, Gilbert menilai Anies tidak konsisten dalam hal konsep penanganan banjir di Jakarta.

Baca :  Andi Arief: Dukungan PDIP kepada Mulyadi-Ali Mukhni Baru Lisan, Belum B1-KWK

“Kalau sekarang mengatakan itu mau dialirin ke laut, kenyataannya di ujung sungai, lautnya lebih tinggi makannya sungai mati kan. Seperti yang di Gunung Sahari itu karena disana lautnya lebih tinggi, airnya nyangkut,” katanya.[detik/aks/nu]

Komentar

News Feed