oleh

Andi Arief Minta Mahfud Berhenti Dengarkan Jenderal Tua Yang Menyesatkan

DEMOKRASI News – Menko Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD diminta untuk lebih berdiskusi dan mendengarkan masukan dari masyarakat sipil (civil society). Khususnya dalam menyikapi peristiwa hukum yang belakangan ramai diperbincangakan publik.

Harapan itu disampaikan langsung Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief dalam kicauannya di akun Twitter pribadi, Jumat (1/1) .

“Mudah-mudahan Pak Prof @mohmahfudmd mau berdiskusi dan mendengarkan civil society yang pasti tak menjerumuskan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Arief mendesak Mahfud untuk berhenti mendengarkan masukan dari “Jenderal Tua” yang menurutnya selalu memberi saran yang salah arah.

“Ketimbang mendengar pandangan-pandangan yang bisa menyesatkan dari jenderal tua yang sudah terbukti menyesatkan dan melanggar HAM,” kata Andi Arief.

Baca :  Soal Peryataan Radikalisme Lewat Good Looking, Menag: Itu Hanya Ilustrasi

Namun demikian, Andi Arief tidak gamblang merinci siapa Jenderal Tua yang dimaksudnya itu.

Komentar

News Feed