oleh

Amien Rais Geram: Hati-hati Ya Mahfud, Urusan Langsung Kepada Allah

DEMOKRASI News – Mantan Ketua MPR Amien Rais meluapkan kegeramanannya atas pembubaran ormas Front Pembela Islam (FPI).

FPI dibubarkan melalu Surat Keputusan Bersama (SKB) enam menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada Rabu (30/12/2020).

“Saya melihat ini sebuah langkah politik yang memang menurut saya itu menghabisi bangunan demokrasi kita,” tegas Amien Rais dalam video berjudul “Pembubaran FPI : Penghanduran Demokrasi oleh Rezim” yang dikutip Pojoksatu.id dari chanel YouTube Amien Rais Official, Kamis (31/12).

Dalam SKB itu disebutkan bahwa FPI dibubarkan karena 35 anggotanya terlibat tindak pidana terorisme dan 29 di antaranya telah dijatuhi pidana.

Baca :  Dulu Jokowi Larang Buka Identitas Pasien Covid-19, Kini Tak Boleh Dirahasiakan

Di samping itu, sebanyak 206 orang terlibat berbagai tindak pidana umum lainnya dan 100 orang diantaranya telah dijatuhi pidana.

“Mereka (pemerintah) langsung menyimpulkan tanpa ba bi bu, jangan dibantah. Kita gak boleh bantah bahwa 6 laskar FPI yang meninggal itu, oleh mereka itu juga termasuk geng teroris,” ucap Amien Rais.

“Sehingga jangan pernah diharapkan bahwa pemerintahan Jokowi ini akan mengadakan pengadilan, tidak perlu. Jadi tidak perlu ada pengadilan ya karena mereka sudah menyimpulkan bahwa FPI teroris. Sudah selesai,” tambahnya.

Amien Rais mengingatkan Jokowi dan kabinetnya tentang kejadian yang pernah dialami Firaun.

“Ini wanti-wanti saya kepada Pak Jokowi bahwa ketika Firaun mengganas di Mesir, biadab sekali, ada seorang yang beriman mengingatkan ‘eh Firaun dan konco-konconya, kamu jangan biadab, jangan membunuh orang semau-maumu’. Dan dia dikejar-kejar,” kata Amien Rais.

Baca :  Menko Polhukam Tegaskan Negara Bisa Memaksa Rakyat Harus Divaksin

Komentar

News Feed