oleh

Alumni Pejabat Pemerintahan George Bush Bersatu Dukung Joe Biden Demi Gulingkan Donald Trump

DEMOKRASI.CO.ID – Para mantan anggota kampanye dan pejabat pemerintahan kabinet Presiden Amerika Serikat (AS) ke-43 dari Partai Republik, George Bush, telah menyatakan dukungannya kepada Joe Biden dari Partai Demokrat.
Sebanyak sekitar 200 pejabat yang bekerja di bawah pemerintahan Bush mengaku tidak puas dengan kinerja Presiden Donald Trump dari Partai Republik.
Melansir Sputnik, pada Rabu (1/7), mereka bahkan meluncurkan Super PAC yang disebut dengan “43 Alumni for Biden”.
Super PAC (Political Action Committees) adalah komite independen yang diperbolehkan untuk terlibat dalam aksi kampanye seperti iklan dan kampanye idedependen, namun mereka tidak bisa memberikan kontribusi pada partai.
43 Alumni mengatakan pihaknya berusaha untuk menyatukan dan memobilisasi komunitas pemilih Republik yang kecewa dengan kepemimpinan Trump.
Direktur 43 Alumni, Karen Kirksey yang telah bekerja dalam tim kampanye Bush pada 2000 mengatakan, dukungan kepada Biden bukan dukungan penuh dari agenda politik, melainkan kebutuhan mendesak untuk mengembalikan “jiwa bangsa”.
“Selama empat tahun, kami telah menyaksikan dengan keprihatinan besar ketika partai yang kami cintai telah berubah,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, jika Biden menang, pihaknya akan tetap menjadi oposisi yang dengan semangat mencari debat sipil.
43 Alumni nantinya harus memberikan daftar donor awal kepada Komisi Pemilihan Federal pada pertengahan Oktober. Namun kelompok tersebut mengaku belum siap untuk mengungkapkan nama-nama semua anggota dan donor.
Meski begitu, mereka mengatakan akan fokus pada wilayah pemilihan Republik di negara-negara seperti Arizona, Florida, Michigan, North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin.
Selama ini, walaupun berada di partai yang sama, Trump kerap mengkritik kepemimpinan Bush. Terutama atas serangan 9/11 dan invasi AS ke Irak.
Selain 43 Alumni, pada Mei, kelompok yang dinamakan Republican Voters Against Trump telah meluncurkan proyek 10 juta dolar AS untuk iklan yang menargetkan para pemilih yang berpihak pada Republik di negara bagian teratas. (Rmol)
Baca :  PM Modi Datangi Lokasi Bentrokan Dengan Tiongkok, Sebut Militer India Perkasa Di Darat hingga Luar Angkasa

Komentar

News Feed