oleh

Akui Bermasalah Tahun 2017, Putra Siregar : Di-framing Seakan-akan Baru Ditangkap

DEMOKRASI.CO.ID, JAKARTA – YOUTUBER dan penguasaha owner PS Store Putra Siregar mengakui dirinya memang pernah ditangkap Bea Cukai saat membawa handphone yang akan dijualnya.

Hanya saja, kejadian itu terjadi tahun 2017. “Pernah ditangkap, tahun 2017. Saya enggak pernah nipu, saya prinsipnya enggak pernah ingin merugikan orang atau siapapun. Itu (ditangkap) karena Pabean diduga, diindikasi bahwa barang yang saya beli belum selesai Pabean-nya. Kalau saya bilang saya korporatif, saya mendukung pemerintah, mendukung Bea cukai apabila ingin memberantas penyeludupan dan sebagainya,” klarifikasinya di Channel Youtube Deddy Corbuzier, Kamis (30/7/2020).

Bahkan, saking koorporatifnya, Putra mengatakan telah menitipkan uang setengah miliar ke Bea Cukai selama semua proses kasusnya berjalan. “Kalau saya merugikan negara uangnya ada di situ. Bahkan rumah saya, aset saya serahkan sama rekening-rekening saya. Dari 2017 sampai 2020 saya bolak balik datang ke Bea Cukai melengkapi apa-apa (yang diperlukan),” ungkapnya.

Baca :  Tak Lagi Sematkan Ayat Alkitab di Bio Instagram, Anthony Xie Mualaf?

Putra mengaku sempat kaget saat akun resmi Bea Cukai @bckanwiljakarta mengunggah kasus beserta wajahnya, beberapahari lalu.

“2017 saya bermasalah, saya enggak menutupi itu. Kalau saya bersalah saya mengikuti proses hukum yang ada,” tegasnya.

“Nah di situ saya langsung bilang, saya bukan pembunuh, pembunuh saja mukanya disensor. Ini saya masalah yang diduga diindikasi bawa barang yang saya beli belum selesai pabean atau cukainya. Muka saya dipampangin kayak gitu. Sanksi sosialnya kan luar biasa ya. Tapi ya udah lah saya banyak istigfar,” jelasnya.

“Saya salah tahun 2017 seperti itu, tapi saya sudah nitip uang kalau saya salah, tapi kenapa wajah saya di-upload seperti itu. Saya tanya ‘oh maaf di luar kendali, kita akan turunin postingannya’. Tapi sudah di-capture, ngeshare keman-kemana,” bebernya.

Baca :  Perceraian Laudya Cynthia Bella - Engku Emran Jadi Headline Media Malaysia

Karena berita penangkapan 2017 kemudian diberitakan 2020, Putra mengaku membuat saudaranya dan teman-teman khawatir. “Itu diframing seakan-akan baru ditangkap. Teman-teman, saudara tanya,” lanjutnya.

“Saya jualan HP asli, saya ada data-data semua. Kalau 2017 saya bermasalah, kenapa saya masih berjualan,” timpalnya.

Deddy Corbuzier mempertanyakan apakah ada kemungkinan ini kerjaan saingan bisnis? “Rata-rata semuanya teman-teman sahabat nganggapnya begitu. Tapi aku tetap husnudzon (berprasangka baik) om. Aku berikir bagaimana masalah ini selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, pengusaha yang akrab dengan banyak artis ibu kota ini dikabarkan diamankan karena menjual ponsel ilegal. Selama ini, ponsel yang dijual di PS Store dibanderol harga jauh di bawah harga retail, dengan tagline handphone pejabat harga merakyat.

Baca :  Sadar Dimusuhi, Nadiem Makarim: Tugas Saya Bukan Membuat Banyak Orang Bahagia

Komentar