oleh

Aksi Protes Penangkapan Gubernur Khabarovsk, Massa Teriak: Putin Mundur

DEMOKRASI.CO.ID – Penangkapan Gubernur Khabarovsk yang dilakukan hanya beberapa hari setelah Putin memenangkan pemilihan umum, dinilai sebagai kesewenang-wenangan. Analis politik Nikolai Petrov menyebutnya sebagai penindasan.

“Fakta bahwa mereka tidak dapat menemukan sesuatu yang lebih segar untuk menuduhnya adalah sinyal jelas bahwa ini adalah tindakan penindasan politik,” ujar Petrov, dikutip dari Fox News, Minggu (12/7).

“Mereka memberi tahu para elit lokal bahwa jika mereka dapat menangkap gubernur yang duduk karena kejahatan selama 15 atau 20 tahun, mereka dapat menangkap siapa pun,” lanjut Petrov.

Pengadilan Moskow pada hari Jumat telah menahan Sergei Furgal, Gubernur Khabarovsk yang berusia 50 tahun, atas pembunuhan beberapa pengusaha pada 15 tahun lalu.

Baca :  Tolak Vaksin Sinovac Asal China, Warga Brasil: Kami Bukan Kelinci Percobaan

Penangkapan itu membuat marah orang-orang di Rusia Timur. Puluhan ribu orang berbaris di kota Khabarovsk, untuk menyuarakan protes mereka terhadap penangkapan Sergei Furgal yang dituduh sebagai dalang pembunuhan. Dalam aksi itu mereka juga berteriak meminta Presiden Vladimir Putin mengundurkan diri.

Aleksei A. Navalny, seorang juru kampanye antikorupsi yang bermarkas di Moskow, dan pemimpin oposisi Rusia yang paling menonjol, mentweet sebuah video protes bersamaan dengan pesan “Timur Jauh, Kami Bersamamu!”

Orang-orang dalam aksi protes itu berteriak ‘Kebebasan!’, ‘Moskow pergi!’, ‘Putin Mundur!’ dan ‘Sergei Furgal adalah pilihan kita’ sambil memenuhi jalan. Beberapa memegang poster yang mengatakan ‘Kami adalah Sergei Furgal!’ Yang lain menuntut agar Furgal diterbangkan kembali dari Moskow dan tuduhan itu diselidiki lagi lebih lanjut.

Baca :  Vaksin COVID dari Janin Aborsi, Vatikan: Tak Berarti Legalkan Aborsi

Furgal telah membantah tuduhan pembunuhan yang diarahkan padanya. Anggota Partai Demokrat Liberal ini telah membantah bahwa ia terlibat. Pembunuhan itu sendiri terjadi antara 2004-2005 di wilayah Khabarovsk, di mana korbannya adalah beberapa pengusaha.

Pada 2018 lalu, Furgal mempermalukan partai Rusia Bersatu yang berkuasa, dengan kemenangannya sebesar 70 persen suara. [rmol]

Komentar

News Feed